Cash Cho Kyuhyun
Choi Siwon
Lee Donghae
And Other
Summary: Bagaimana nasib seorang anak kecil melihar kedua orang tuanya dibunuh di depan matamu sendiri disaan kau masih berumur 5 tahun? takutkan? dendam kah?
Cash yang ada disini bukanlah milikku, aku hanya meminjam namanya, maaf kalau ada typo karna aku hanyalah author abal yang mencoba berkarya hasilku sendiri, tanpa ada niat untuk memplagiat.
Ini karyaku,apa karyamu??
Terlihat seorang anak berusia 5 tahun sedang meringgkuk ketakutan di dalam lemari, dia menyaksikan bagaimana kedua orang tuanya dibunuh didepan matanya, dia hanya bisa melihat dari sela-sela lemari.
"A..apa maumu Cho hanggeng? tanya tuan choi aka choi seunghyun
"mauku? aku ingin membunuhu, besarta keluargamu"jawab santai hangeng
"ke..keparat kau cho hangeng..uhuukk.."desis choi seunghyun sambil memuntah darah
"hahaha...itu lah aku Choi seunghyun, oh iya, dimana putramu itu?tanya hangeng
"ti..tidak akan pernah aku memberitahukan dimana dia"ucap terbata seunghyun
"baiklah, tenang saja aku tidak akan membunuh anakmu, aku baikkan? aku hanya akan membunuhnya secara perlahan, sepertinya aku sudah tak bisa berlama-lama disini, lagipula istrimu tercinta sudah mati terlebih dahulu, dan sekarang giliran kau menyusul istrimu..." Jeda hangeng
"Selamat tinggal Choi Seunghyun"
DORR...
Terdengar suara tembakan dari rumah pengusaha korea terkenal itu untuk yang keberapa kalinya.
"sekarang kita pergi" ucap datar hangeng
"baik, tapi bagaimana dengan anaknya tuan" tanya salah satu anak buahnya
"itu tidak penting, dia hanya anak kecil, sekarang kita pergi"perintah hangeng sambil keluar dari rumah keluarga choi
"baik tuan"jawab anak buahnya.
Setelah kepergian hangeng dan anak buahnya, terlihat seorang anak kecil keluar dari tempat persemunyian, anak kecil itu berlari sambil menangis menuju sang appa.
"hikss..appa bangun..hikss..ciwon takut" tangis anak kecil itu akan choi siwon
Akhh.."terdengar jeritan kesakitan dari bibir sang appa
"si..siwon" ucap seunghyun terbata
"hikss..ne appa" jawab siwon
"mi..mian..karna appa ti..tidak bisa menjaga siwon sampai besar"
"hikss..appa harus kuat, ciwon takut appa..hikss"
"siwon gak boloh takut, anak appa kan hebat"
"hikss..appa harus sembuh, nanti ciwon akan cari pembunuh appa dan ciwon akan bunuh dia hiks.."
"siwon harus jadi anak yang baik, siwon gak boleh balas dendam, appa tidak pernah mengajarkan hal itu kepada siwon..uhuuk"
"appa..jeball..appa harus kuat"
"appa sudah tidak kuat lagi, appa akan selalu menyayangimu siwon, jaga dirimu baik-baik, saranghae choi siwon" ucap seunghyun sambil menutup kedua matanya untuk yang terakhir kalinya.
"hikss..ANDWAEEE..APPA BANGUN..APPA..."teriak siwon sambil menggoyang-goyangkan tubuh appanya. Setelah beberapa siwon menangis akhirnya siwon pingsan karna kelelahan menangis.
Terlihat seorang yang sedang berlari memasuki rumah keluarga choi sambil tergesa-gesa
"sial, aku terlambat" desis orang itu ketika melihat seisi rumah keluarga choi
"hyung, mianhae aku tak dapat menolongmu" ucapnya sambil berjalan kearah jasad choi seunghyun
Orang itu aka Lee Young Woon aka kangin, dia adalah pengacara kepercayaan keluarga choi, kangin berjalan kearah siwon dan mengecek kondisinya, dia cukup bernafas legah, karna anak itu tidak kenapa-kenapa,.
"siwon, mulai sekarang paman akan merawatmu, paman janji tidak akan ada yang berani menyakitimu" ucap kangin sambil mengendok siwon kecil, kangin pun menghubungi pihak kepolisian. setelah beberapa menit akhirnya pihak kepolisian datang dan kangin pun pergi dari rumah keluarga choi.
*14 Tahun kemudian*
"Yakk..choi siwon sampai kapan kau mau bermalas-malas begini ahh? cepat kau bangun" teriak pemuda yang mirip ikan aka donghae
"hmm..sebentar lagi hyung" ucap malas siwon
"aisshh..anak ini, cepat kau bangun, nanti kita terlambat pergi kuliah"
"ne..ne..aku bangun, kau cerewet sekali hyung"
"makanya cepat kau mandi, nati hyung akan membereskan kamarmu"
"ne, gomawo hyung"
setelah siwon masuk kedalam kamar mandi, donghae melihat pitu kamar mandi yang telah ditutup itu
"sampai kapan kau seperti ini terus choi siwon"gumam donghae
Setelah beberapa menit akhirnya siwon keluar dari kamar mandi.
"hyung kau sudah membereskan kamarku?
"sudah, cepat kau pake baju" perintah donghae
"ne" siwon mengambil baju yang akan dipakainya didalam lemari dan memasuki kamar mandi lagi
[SKIP]
"hyung?"
"wae?"
"kau sudah mencari tahu apa yang aku pinta?
"hahh..belum, informasi tentang keluarga Cho sangat dirahasiakan, dia pandai menutup rapat-rapat tentang keluarganya"
"jangan menyebut namanya, kau harus segera mendapatkan informasinya hyung" ujar siwon sambil keluar kamarnya
"mian siwon, sebenarnya aku sudah mendapatkannya, tapi aku takut kau akan nekat"gumam donghae dalam hati
"Pagi apaa, pagi umma" sapa siwon
"pagi" jawab keduanya
"dimana donghae siwon? tanya kangin
"diatas"jawab siwon seadanya
Tuan dan nyonya Lee saling pandang dan melihat sikap siwon, mereka cukup prihatin atas sikap siwon yang semakin hari semakin berubah, tapi mereka tidak mempermasalahkan hal itu, karna mereka tau apa yang membuatnya semakin berubah.
"dasar, anak itu malas sekali" ucap nyonya Lee
"Yakk.. umma siapa yang malas, eoh? teriak donghae dari tangga
"Lee donghae jangan teriak pagi-pagi" ucap kangin
"ne, appa"
"sudah cepat makan, nati kalian terlambat"
"baik umma" jawab siwon dan donghae
Setelah siwon dan donghae menhabiskan sarapannya mereka langsung pamit pergi ke kampus
@Kantin Kampus
"Pagi" sapa donghae dan siwon kepada teman-temannya
"Pagi"jawab mereka serempak
"sedang apa kalian? tanya donghae
"kami sedang tidur lee donghae" jawab namja paling tinggi aka changmin
"ck..dasar tiang listrik, apa kau tida bisa menjawab dengan benar?
"aishh..udah tau ini dikantin lee donghae, ya pasti kami mau makan dasar ikan mokpo"
"yakk..dasar kau tiang listrik berjalan"
"itu lebih baik, dari pada kau ikan mokpo hidup"
"yakk..kau tidak sopan shim changmin"
"tidak sopan dari mananya ikan?
"panggil aku hyung, aku ini lebih tua darimu"
"oh, jadi kau sudah sadar kalau kau sudah tua ikan?
"ck.. tapi aku tetap lebih tampan dari padamu"
"Mwo? oh kau lupa ya kalau aku disini yang paling tampan?
"cih, pede sekali kau tiang listrik, kata siapa kalau kau tampan ah?
"banyak yang bilang kalau aku tampan, dan mereka mengakui kalau aku memang tampan"
"kalian berdua bisa diam tidak sih? tanya kibum
"bisa changi, tapi si ikan itu duluan yang mulai"
"Mwo? aku? bukan kah kau duluan tiang listrik berjalan?
"kamu duluan yang mulai ikan jelek"
"dasar tiang listrik berjalan yang rakus, kau duluan tau"
'aisshh.. bisakah kalian diam, gak dimana-mana kalian pasti ribut" ucap eunhyuk
"Tapi.."
"Kalian mau diam atau aku yang mebuat kalian diam ah? ucap namja yang sedari tadi diam akan siwon memotong ucapan donghae.
"ne siwon/hyung"ucap donghae dan changmin
"bagus" ucap siwon
"sekarang, ada yang ingin aku tanyakan kepada kalian"sambung siwon
"apa hyung? tanya balik changmin
"min, kau sudah dapat info dari keluarga cho? tanya siwon lagi
"hm...yang aku dapat mereka masih di china, dan dengar-dengar anaknya akan datang kekorea, tapi aku belum tau kapan dia akan balik ke korea" jawab changmin
"ok, kau sudah tau wajah anaknya seperti apa?
"sayangnya aku hanya dapat foto belakangnya dan foto dari samping, tapi anaknya memakai masker, dan wajahnya tertutup" jawab changmin sambil mengambil foto dari dalam tasnya dan menyerahkannya kepada siwon.
"sial, ini anak apa tidak bisa dijaga mulutnya"batin donghae
"ok, gomawo"
"ne, hyung, kalau aku dapat info lagi aku akan memberi tahu kepadamu" ucap changmin
"aneh, bukankah si ikan itu tau, kenapa dia tidak kasih tau ke siwon hyung, nati akan aku tanyakan ini kepadanya"batin changmin
"siwon"panggil kibum
"hmm.."
"hmm..sampai kapan kau akan seperti ini? tanya kibum
"sampai aku behasil menemukannya dan balas dendam kepadanya" ucap siwon datar
"tapi, bukankah appamu tidak menyuruhmu untuk balas dendam? lagian balas dendam tidak akan mengembalikan kedua orang tuamu siwon, yang ada mereka akan kecewa tehadapmu disana"saran kibum
"bagaimana pun caranya, aku akan tetap menjalankan balas dendam ini, aku sudah berjanji kepada diriku untuk membunuh mereka dengan kedua tanganku"
"tapi.." ucapan kibum terpotong oleh siwon
"aku tidak peduli dengan ucapanmu kibum, kalau kau tidak mau membantuku sebaiknya jauhi aku, jangan dekat denganku lagi,Arra?
"ne, aku mengerti siwon"
"sudah, sedikit lagi bell masuk, lebih baik kita masuk ke kelas" ucap eunhyuk
akhirnya kelima namja tersebut meninggalkan kantin dan masuk kedalam kelas mereka (Disini mereka satu kelas)
@Kelas
"hey..kudengar-dengar akan ada murid baru loh" ucap eunhyuk
"aku tidak pedulu" jawab kibum
"aishh..bummie, kau itu dingin sekali eoh"ucap eunhyuk sambil mempoutkan bibirnya.
"yakk..eunhyuk yang boleh memanggilnya bummie hanya aku" marah changmin
"wah..ada yang cemburu"goda eunhyuk
"tentu saja marah, aku kan namjachingunya masa aku gak boleh marah kalau kau manggil demgan nama itu" bela changmin
"sudah-sudah kalian seperti anak kecil, eunhyuk sudah hadap depan, sebentar lagi Jung seongsaenim akan datang"ujar kibum
"ne, bummie-ah"ucap eunhyuk dengan nada yang dimanja-manjain
"aishh..dasar sama aja seperti namja chingunya"
"diamlah, changmin"
"ne.bummie changi"
Terlihat jung seongsaenim memasuki kelasnya bersama namja yang diyakini sebagai murid baru tersebut.
Good morning"sapa Mr. Jung
"Good morning Mr" jawab mereka
"hari ini kita kedatangan murid baru, sekarang kau silahkan memperkenalkan dirimu"
"ne Mr, Annyeong joneun Cho kyuhyun imnida, saya pindahan dari china salam kenal"
"nah kyuhyun sekarang kau boleh duduk di kursi yang kosong"
"ne Mr."
anak baru itu langsung menuju kursi yang kosong.
"marganya Cho dan pindahan dari china, apa dia anak cho hangeng"batin siwon
kyuhyun merasa sedari tadi dia sedang diperhatikan, dia menengok kanan dan kirinya, dia melihat namja tampan yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.
"ada apa dengan namja itu? apa ada yang salah denganku? atau dia hanya fans baruku? wow..belum sehari saja aku kuliah, aku sudah dapat fans"batin kyuhyun narsis.
.
.
.
.
.
TBC..
Hahahaha..aku tau pasti ffku sangat membosankan kan?? :3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar